Di zaman serba sibuk seperti sekarang, banyak orang tua merasa sudah memberikan yang terbaik untuk anak dengan bekerja keras. Namun, sering kali anak justru merindukan sesuatu yang sederhana: kehadiran orang tua secara utuh.
Kehadiran itu bukan sekadar duduk di rumah, tetapi bagaimana orang tua benar-benar terlibat dalam kehidupan anak. Rasulullah ﷺ memberikan teladan indah dalam hal ini. Beliau tidak hanya menjadi guru, tetapi juga teman bagi anak-anak. Bahkan pernah menggendong cucunya saat shalat, dan tetap melanjutkan shalat sambil memperhatikan kenyamanan sang cucu.
1. Mendengar dengan Tulus
Anak-anak sering ingin bercerita, meski hal yang mereka ceritakan tampak sepele. Saat orang tua mau berhenti sejenak dan mendengar dengan penuh perhatian, anak merasa dihargai. Ingatlah nasihat Luqman kepada anaknya yang diabadikan dalam Al-Qur’an (QS. Luqman: 13–19). Luqman menasihati dengan kelembutan dan dialog, bukan dengan bentakan.
2. Menjadi Teladan Nyata
Anak belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat dibanding apa yang mereka dengar. Jika kita ingin anak rajin shalat, mulailah dengan mencontohkannya. Jika kita ingin anak ramah, tunjukkan dengan sikap sehari-hari. Nabi ﷺ bersabda: “Setiap anak dilahirkan di atas fitrah…” (HR. Bukhari dan Muslim). Artinya, anak membawa potensi baik, dan orang tualah yang membentuk arah kehidupannya.
3. Menyediakan Waktu Berkualitas
Waktu bersama anak tidak selalu harus lama. Yang penting adalah kualitasnya. Membacakan doa sebelum tidur, makan bersama sambil bercakap ringan, atau berjalan sore sambil bercerita sudah cukup membuat anak merasa dekat.
4. Doakan Anak dengan Sungguh-Sungguh
Doa adalah senjata orang beriman. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mencontohkan dengan doanya: “Ya Rabb, anugerahkanlah kepadaku anak yang termasuk orang-orang shalih.” (QS. Ash-Shaffat: 100). Jangan pernah lelah mendoakan anak-anak kita, karena doa orang tua adalah doa yang mustajab.
Kesimpulan
Parenting Islami bukan sekadar teori, tetapi hadir nyata dalam kehidupan anak. Hadir dengan telinga yang mendengar, hati yang tulus, teladan yang baik, serta doa yang tak putus. Itulah bekal terbaik yang bisa kita berikan agar anak tumbuh dengan iman, karakter, dan kebahagiaan.